Menyambut Bulan Ramadhan 2021 di Tengah Pandemi

  • Whatsapp

Tidak terasa kita sudah hampir memasuki bulan suci Ramadhan. Bulan yang paling di tunggu-tunggu oleh umat muslim di seluruh penjuru dunia. Sebentar lagi umat muslim di seluruh penjuru dunia akan menemui bulan yang paling mulia dan paling istimewa kedudukannya dalam islam.Bulan suci Ramadhan in adalah bulan yang sangat mulia, bulan yang penuh ampunan, bulan yang penuh keberkahan dan bulan dibukanya pintu surga dan ditutupnya pintu neraka.

Dengan kedatangan bulan Ramadhan kali ini tentunya kita tidak ingin melewatkannya begitu saja, kemudian berlalu tanpa meninggalkan kesan yang mendalam di dalam jiwa kita, pergi tanpa makna yang memberikan kita energi baru bagi jiwa kita untuk menjadi hamba Allah yang lebih baik lagi kedepannya. Ramadhan adalah momentum meraih pundi-pundi pahala dan kebahagian. Menebarkan kebaikan kesesama adalah salah satu jalan terbaik yang bisa dilakukan di bulan suci ini .

Umat muslim kini tidak sabar lagi menunggu datangnya bulan Ramadhan 1442H. Tinggal menunggu bebarapa hari kedepan kita akan kembali melaksanakan kewajiban kita melaksanakan ibadah puasa di bulan yang penuh berkah. Bukan hanya itu bulan Ramadhan juga identik dengan ibadah salat tarawih yang dapat menambah amal pahala.

Situasi dan kondisi Ramadhan tahun ini memang tidak jauh berbeda dengan tahun kemarin yaitu dimana kita dihapkan dalam situasi pandemi. Ini adalah suatu tantangan yang di hadapi umat muslim sepanjang perjalan Ramadhan yang pernah kita lalui sebagai umat muslim. Dengan adanya wabah di tengah pandemi virus corona masyarakat di himbau untuk untuk banyak berdiam diri di rumah termasuk beribadah.

Tak hanya pembatasan melaksanakan beribadah di rumah yang di lakukan selama pandemi ini beberapa tradisi atau kegiatan sering dilakukan selama bulan puasa juga harus di batasi seperti kegiatan buka puasa bersama,membagi takjil, ngabuburit, sahur on the road dan beberapa kegiatanyang memicu terjadinya keramaian lainnya ikut di batasi.

Mungkin Ramadhan kali ini yang ramai melakukan pembagian makan atau takjil yang di lakukan di tempat-tempat yang ramai dan sekarang mungkin kita hanya bisa dilakukan di mesjid-mesjid yang banyak di lakukan umat islam maupun yayasan atau komunitas tertentu.Tapi pandemi bukanlah hal yang membuat kita untuk tidak melakukan sedekah sebab dengan bersedekah kita dapat mendapatkan pahala yang berlipat-lipat yang melebihi pahala yang didapatkan di bulan lainnya melalui sedekah.

Agenda wajib yang biasa di lakukan selama bulan Ramadhan yang hampir selalu ada di bulan Ramadhan yakni buka puasa bersama. Moment yang di nantikan oleh setiap umat. Moment ini memang selalu menjadi momen yang pas untuk kita melakukan silaturahmi baik dengan keluarga, sahabat, atau reuni dengan teman-teman di sekolah dahulu. Tapi sepertinya tahun ini kita tetap dapat melakukannya tetapi dengan situasi yang berbeda .

Agenda kegiatan sahur juga menjadi agenda yang tidak kalah penting yang harus di lakukan setiap kita di pertemukan di bulan Ramadhan. Kegiatan sahur ini ini bukan sekedar persoalan makan sahur bersama-sama dengan teman dan keluarga saja, melainkan menjadi ladang untuk berbagi kepada sesama yang membutuhkan dan menjalin silaturahmi .
Hari Raya Idul fitri merupakan hari kemenangan yang paling ditunggu-tunggu umat islam setelah selama sebulan penuh berpuasa. Tidak lupa pula yang di paling di tunggu oleh umat islam saat bulan ramadhan tiba ketika di penghujung bulan adalah pada malam menjelang lebaran, setelah bulan Ramadhan berakhir dengan dikumandangkan Adzan Magrib di hari terkhir puasa Ramadhan, Takbir pun mulai di kumandangkan. Tradisi kegiatan Takbiran keliling kampung sekarang mungkin agak jauh berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya karena pembatasan melakukan kegiatan yang dilakukan di masa pandemi.

Pembatasan mudik saat ini menjadi keprihatinan yang dirasakan oleh ummat muslim dimana tradisi yang paling erat dengan Ramadhan. Tradisi yang wajib untuk di lakukan utuk orang-orang yang memiliki kampung halaman, terutama untuk orang-orang yang sedang melakukan perantauan. Karena dengan moment inilah kita dapat berkumpul bersama orang orang dan keluarga tercinta pada saat hari Raya Idul Fitri.

Meskipun bulan Ramadhan tahun ini beberbeda dengan bulan-bulan sebelumya banyak hikmah yang dapat kita peroleh dengan beramal pada bulan Ramadhan di tengah wabah Covid-19 ini, Allah menjanjikan pahala yang berlipat-lipat untuk umat muslim yang gemar beribadah di bulan Ramadhan apalagi orang yang beramal membantu orang-orang yang mengalami kesusahan menghadapi wabah pandemi ini.

Meskipun puasa tahun ini berbeda tetapi kita harus tetap bersyukur menjalankan dengan iklas dan selalu bertawakal kepada Allah SWT semoga kita dapat diberikan kesehatan untuk dapat bertemu dengan bulan Ramadhan berikutnya bulan yang penuh berkah .

Tapi kita semua harus merasa bersyukur dalam menyambut Ramadhan dengan penuh rasa syukur walau kita sedang di perhadapkan tantangan yang tidak ringan ini yaitu dengan adanya wabah covid-19.
Mungkin bulan Ramadhan kali ini tidak ada kesemarakan di jalanan lagi , ruangan mesjid juga di batasi dengan tetap menjaga jarak. Puasa kali ini menjadi moment untuk memutus rantai penularan virus corona. Maka dari itu kita jadikan moment puasa kali ini dengan memperkuat diri kita, menjaga semua orang yang kita cintai, saatnya kita berdisiplin diri.

Mari kita sambut bulan Ramadhan yang barokah ini sebagai moment untuk memutuskan mata rantai penularan wabah demi keselamatan diri, saudara, orangtua dan orang-orang tercinta kita.

Dengan tetap mengikuti anjuran pemerintah, mematuhi protokol kesehatan dengan selalu menggunakan masker ketika berpergian, rajin mencuci tangan, selalu menjaga jarak dengan orang, jangan menyentuh area tubuh yang sensitif seperti mata hidung dan mulut saat tangan dalam keadaan kotor, jangan keluar luar jika tidak ada keperluan yang penting dan yang tidak kalah penting adalah memperkuat daya tahan tubuh dengan mengkomsumsi makanan sehat, seperti sayuran dan buah-buahan dan makanan yang berprotein seperti ikan, telur, dan daging tanpa lemak.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *