KKLP TEMATIK: 104 Mahssiswa Stik Tamalatea siap di turunkan di kabupaten Pangkep.

  • Whatsapp

Makassar, Violet – Mahasiswa semester VIII  Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIK) Tamalatea Makassar akan melakukan Kuliah Kerja Lapangan Plus (KKLP) sebagai salah satu mata kuliah wajib yang harus dilaksanakan. Minggu(01/03/2020)

Pelaksanaannya mulai dari tanggal  02-31 Maret 2020, Jumlah Mahasiswa yang mengikuti KKLP berjumlah 104 orang dengan 8 posko, setiap poskonya kurang lebih berjumlah 13 orang, adapun biaya Administrasinya sebesar Rp.1.000.000.

KKLP tahun ini bertempat di Kabupaten Pangkep dengan mengambil 3 Kecamatan yaitu Kecamatan Bungoro, Labakkang dan Tondong Tallasa. Dari 3 Kecamatan ada 8 Desa yang diambil. Di Kecamatan Bungoro ada 1 Desa yaitu Desa Bowong Cindea. Di Kecamatan Labakkang ada 4 Desa yaitu, Desa Batara, Desa Bara Batu, Desa Kanaungan dan Desa Kassi Loe. Di kecamatan Tondong Tallasa ada 3 Desa yaitu Desa Bantimurung, Desa Bulutellue dan Desa Malaka.

Nining Ade NIngsih, S.K.M., M.Kes selaku Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) mengatakan bahwa KKLP tahun ini berbeda dengan tahun sebelumya dimana KKLP tahun ini adalah KKLP tematik yang pertama kali dilakukan dikampus yang dimana mahasiswa bekerja sama dengan pemerintah setempat dalam menyelesaikan masalah-masalah kemasyarakatan melalui problem solving dan InshaAllah Hari Senin tanggal 2 maret penerimaan di Ruang Pola Kantor Bupati Pangkep

“Harapan kami bahwa mahasiswa kita nanti di KKLP tematik yang dikatakan sebagai ilmuwan muda itu bisa membantu memberikan problem solving kepada masyarakat terkait dengan masalah masalah kesehatan, focus KKLP tahun ini adalah kesehatan Ibu dan Anak serta Pencegahan Stunting” lanjutnya.

Dedi Rikaldi sebagai Wakil Koordinator Kecamatan (WAKORCAM) mengatakan bahwa KKLP tematik yang pertama kali dilakukan ini dimana  sudah ada permasalahan di desa tinggal menjalankan program-program dari kampus yang disinkronisasikan dengan program yang di desa itu sendiri

Tugas sebagai WAKORCAM menjadi penyambung lindah, menjalin komunikasi antara Kordinator-Koordinator Desa (KORDES) dari setiap posko untuk dilanjutkan kepanitia atau LPPM.

“Harapan saya teman-teman dapat bekerja sama nantinya dalam menyelesaikan permasalahan yang ada di masyarakat dan menjalankan semua program-program kerja yang direncanakan” ujarnya

Aldys Valentine Agan salah satu kordes mengungkapkan bahwa KKLP tahun ini dimudahkan karena sudah tidak perlu lagi mencari data sekunder seperti tahun sebelumnya, salah satu  program pemerintah yaitu Universitas Membangun Desa (UMD) membantu mahasiswa dalam menyelesaikan program studi  KKLP-nya, kesiapan dari saya itu sendiri menjaga kesahatan kalau persiapan seperti kebutuhan di posko, ATK dan lain-lain sudah ada beberapa di beli, ujarnya.

“Saya berharap nantinya di sistem KKLP ini lebih terstruktur lagi karena masih kurangnya pengawasan, masalah kesiapan, lebih dipermantap dimasalah peninjauan lokasi  dan kesiapan tiap posko lebih ditingkatkan lagi” Harapnya. (FF, LDW, WMZ)

 

 

 

 

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *